Monday, 26 March 2012

DOA DAN PUASA 21 HARI: DANIEL 10

‘Orang yang berdoa adalah orang yang menentukan sejarah dunia.’ Kata-kata tersebut nyata terlihat di dalam hidup Daniel. Doa-doa Daniel selalu dihubungkan dengan peristiwa khusus di dalam sejarah Israel ketika di dalam pembuangan. Jawaban-jawaban Tuhan terhadap doa Daniel memberikan pencerahan yang membuka tabir mengenai masa depan Israel, dan bahkan mengenai akhir jaman (Daniel 12). Mari kita belajar dari doa dan puasa Daniel.

Pertama, di dalam Daniel pasal ke-10, diceritakan bahwa Daniel berdoa dan berpuasa selama tiga minggu berturut-turut (Dan 10.2). Di dalam doanya, Daniel dipenuhi kegentaran dan ketakutan karena penglihatan-penglihatan yang diterimanya. Daniel menaikkan doanya dengan kesungguhan yang besar. Ia merasakan betapa beratnya masalah dan kesusahan yang akan menimpa (Dan 10.1). Doa Daniel bukan doa basa-basi, tetapi doa karena melihat suatu ancaman yang besar di depan mata. Puasa yang menyertai doa Daniel menunjukkan kesungguhan dan intensitas doa Daniel.

Kedua, ‘doa adalah peperangan rohani.’ Ungkapan tersebut begitu nyata di dalam Daniel 10 (ay. 13-14). Doa bukanlah sekedar ritual yang dilihat mata, didengar telinga dan diucapkan melalui kata-kata. Ketika kita berdoa, terjadilah peperangan rohani yang dahsyat. Jawaban Tuhan tertahan hingga 21 hari. Karena ia yang membawa jawaban itu dihadang oleh raja-raja Persia (simbol-simbol kekuatan yang melawan Tuhan). Ketika Mikhael datang untuk menolong memerangi musuh-musuh di alam roh ini, barulah jawaban Tuhan atas-atas doa-doa Daniel dapat disampaikan.

Ketiga, peperangan memerlukan ketekunan dan usaha yang sungguh-sungguh. Seandainya saja Daniel berhenti berdoa dan berpuasa pada hari yang ke-15, ke-17 atau bahkan ke-20 mungkin jawaban doa itu tidak akan pernah datang. Itu sebabnya Alkitab mengajar kita untuk bertekun di dalam doa.

Jawaban Tuhan terhadap doa Daniel pada intinya mencakup dua hal yang sangat penting dan mendasar. Pertama, Tuhan menjelaskan segala penglihatan-penglihatan yang menakutkan yang dilihat oleh Daniel. Semua itu adalah kesusahan yang akan menimpa di masa depan (Dan 10.15-17). Jawaban doa melahirkan hikamt dan pengertian ilahi. Kedua, di tengah ketakutan, kegentaran dan kelemahan, Tuhan menguatkan Daniel untuk berdiri tegak. Tuhan tidak hanya memberitahukan kesusahan besar yang akan menimpa, tetapi juga menguatkan umat-Nya untuk menang atas kesusahan besar dan masa-masa hidup yang sulit (Dan 10.18-19).

'Sementara Ia berbicara dengan aku, 
aku merasa kuat lagi.....' 
(Daniel 10.19)

No comments:

Post a Comment

Post a Comment